Pendahuluan
Baru-baru ini, Pengadilan Administrasi di Swedia mendukung keputusan dari Spelinspektionen, otoritas perjudian nasional, untuk memberikan sanksi finansial kepada tiga perusahaan judi. Hukuman ini merespons pelanggaran yang terkait dengan kebijakan anti pencucian uang (AML) yang melibatkan Betsson, Snabbare, dan Spooniker.
Keputusan Pengadilan dan Dasar Kasus
Pertimbangan Pengadilan menilai bahwa tindakan Spelinspektionen untuk memberikan peringatan dan denda pada Mei 2025 adalah tepat setelah penyelidikan menyeluruh terhadap kepatuhan AML oleh perusahaan-perusahaan tersebut. Pandangan hukum pengadilan tidak menerima klaim dari operator bahwa aturan AML diterapkan dengan cara yang terlalu ketat atau bahwa denda tersebut berlebihan.
Tanggapan Perusahaan terhadap Keputusan
Betsson mengungkapkan bahwa regulasi yang ada mengenai verifikasi sumber dana terlalu membatasi dan denda tersebut tidak proporsional dan bersifat diskriminatif. Meski demikian, setelah memeriksa ulang bukti, pengadilan menguatkan bahwa standar AML yang diharuskan tidak dipenuhi oleh ketiga perusahaan ini.
Rincian Sanksi Finansial
Denda yang Ditentukan Betsson didenda SEK 6,5 juta atau sekitar €589.400, sementara Snabbare, bagian dari ComeOn Group, dikenakan denda sebesar SEK 5,5 juta atau €498.700. Spooniker, yang dikelola oleh Kindred, dikenai denda yang lebih tinggi sebesar SEK 10 juta atau €906.700. Pengadilan meyakini bahwa denda-denda ini sebanding dengan beratnya pelanggaran yang terjadi.
Keseriusan Pelanggaran
Keputusan ini menyoroti betapa seriusnya pelanggaran tersebut, dengan Spelinspektionen menilai bahwa ketiga perusahaan gagal memenuhi kewajiban untuk menelusuri asal dana yang dimiliki oleh pelanggan mereka.
Fokus dari Investigasi Regulator
Kelompok Sasaran dan Hasil Investigasi Penyelidikan regulator fokus pada individu berusia 18 hingga 29 tahun, terutama dalam menelusuri 50 orang dengan jumlah deposit tertinggi sepanjang tahun 2023. Ditemukan bahwa perusahaan-perusahaan tersebut tidak dapat memetakan asal dari pendapatan ketika besaran deposit melampaui laporan pendapatan kena pajak yang diakui.
Contoh Pelanggaran
Dalam satu kasus, seorang pelanggan Betsson melakukan 163 kali deposit dengan total SEK 491.950 selama September hingga Desember 2023, sementara pendapatan tahunan bersihnya hanya SEK 310.000. Pelanggan ini diidentifikasi memiliki risiko rendah hingga sedang, tetapi Betsson dinilai gagal untuk secara memadai memverifikasi sumber dana deposit ini.
Kepatuhan pada Standar AML
Keputusan pengadilan ini menegaskan pentingnya proses uji tuntas pelanggan dalam kerangka kerja AML Swedia. Spelinspektionen menolak alasan dari operator yang menyatakan bahwa deposit berasal dari kemenangan sebelumnya, menekankan bahwa verifikasi yang tepat dari sumber dana tidak dilakukan secara benar.
Kesimpulan
Kasus ini menekankan betapa pentingnya kepatuhan terhadap aturan AML bagi operator perjudian. Dengan keputusan pengadilan Swedia ini, ditegaskan bahwa pelanggaran serius terhadap kebijakan pencucian uang akan dihukum dengan tegas, termasuk potensi denda besar.